3 Pembelajaran dari Transformasi Kereta Api Indonesia




Tahukah Anda bahwa pada tahun 2008 PT. Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami kerugian sebesar 83,5 miliar rupiah. Hanya setahun kemudian mereka berhasil membalikkan keadaan dengan meraup keuntungan hampir 3x lipat menjadi 154,8 miliar rupiah. Tranformasi fenomenal tersebut diakui oleh banyak pihak yang merasakan langsung perbaikan layanan perkeretaan di Indonesia. Salah satu faktor penentu perubahan yang sering diperbincangkan adalah  soal kepemimpinan di PT KAI. 


Dalam artikelnya yang bertajuk “Without Leadership There Is No Change”, Philip Atkinson dan Robert Mackenzie mendemonstrasikan bahwa tidak akan ada perubahan atau perbaikan tanpa adanya kepemimpinan yang baik. Mereka menyimpulkan bahwa tingkat kesuksesan suatu organisasi tergantung pada tindakan dan perilaku pemimpin yang ada dalam organisasi tersebut.


Menarik untuk membahas kepemimpinan di PT KAI dengan menggunakan sudut pandang Atkinson dan Mackenzie ini. Poin-poin ini tentu dapat menjadi resep sukses untuk menggerakkan perubahan di dalam organisasi Anda dan meraih peningkatan kinerja fenomenal seperti PT KAI.


Apa sajakah poin-poin kepemimpinan yang menarik untuk kita pelajari bersama? 


1. Mengerti Kebutuhan Pelanggan adalah No. 1


Salah satu hal yang paling penting dimiliki seorang pemimpin adalah mengerti kebutuhan pasar atau consumer - oriented. Aplikasinya dapat kita lihat dalam perkembangan PT. KAI yang diketuai oleh Ignasius Jonan. Jonan melakukan transformasi mindset PT. KAI dari product oriented menjadi consumer oriented dengan merombak peraturan yang menguntungkan konsumen, seperti 1 man 1 ticket, ketepatan jadwal kereta api, tidak diperbolehkannya pedagang kecil “mangkal” di lapangan parkir, penghilangan stasiun gambir dalam pemberhentian KRL, dan masih banyak lainnya.  Keuntungan dari perubahan ini memberikan pengaruh tidak hanya untuk konsumen tetapi juga perusahaan KAI yang mampu mendapatkan keuntungan 154,8 Miliar pada tahun pertama Jonan sebagai Direktur!


2. Hati - hati, ada feedback loop!


Selain itu Jonan sebagai direktur utama memperhatikan dengan detil kesenjangan gaji karyawan dengan performanya. Tidak berhenti disitu, tetapi Jonan melakukan tindakan nyata dengan menyesuaikan jumlah gaji. Selain itu, dirinya juga memangkas pegawai yang hanya sekedar malas - malasan sebagai bentuk ketegasan dalam gaya kepemimpinan dirinya. Mengapa perhatian dan ketegasan penting? Karena karyawan akan melihat apa yang menjadi perhatian utama pemimpin sekaligus sikap yang dilakukan dalam menghadapi situasi kritis. Dalam hal ini performa menjadi perhatian utama Jonan dan pemangkasan pegawai sebagai sikap yang diambil atas situasi kritis yang dialami PT. KAI. Harap diingat bahwa pengelolaan karyawan merupakan kunci dari bisnis yang sukses.


3. Konsistensi akan Konsep dan Prinsip


Tidak cukup bagi seorang pemimpin jika hanya memangkas pegawai atau menaikkan dan menurunkan gaji. Konsistensi akan konsep dan prinsip harus turut menjadi perhatian terdepan karena konsistensi sama dengan kesuksesan jangka panjang! Jonan menekankan pentingnya tertib dengan aturan yang dibuat dan consumer oriented pada seluruh karyawannya. Muhammad Nurul Fadillah menjadi efek dari konsistensi atas consumer oriented tersebut. Mengikuti langkah Jonan, Pemimpin KRL pada tahun 2012 ini turut melakukan transformasi. Modernisasi sistem transaksi (C-VIM atau Vending Machine), melakukan pembangunan underpass di 6 stasiun, menambah rangkaian kereta sekaligus kuantitas penumpang dan media informasi elektronik KRL Access. 


Tentunya, dalam membuat perubahan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selain itu, memiliki pemimpin dengan karakter diatas membutuhkan usaha dan latihan. Jika perlu, perusahaan melakukan investasi dalam melatih skill para pemimpinnya untuk memiliki karakter diatas. Salah satu program pelatihan skill kepemimpinan yang dimiliki IMC adalah Winning Leader Winning Team. WLWT memiliki formula ACTION untuk melatih peserta menjadi pemimpin yang extraordinary. Selain itu, WLWT telah terbukti meningkatkan performa 3x lipat. Jangan takut investasi karena pelatihan skill merupakan memiliki efek jangka panjang!




Referensi

Atkinson, P., & Mackenzie, R. (2015). Without leadership there’s no change. Scott-Moncrieff. diakses dari http://www.philipatkinson.com/uploads/7/1/5/0/7150143without_leadership_there_is_no_change_article.pdf

katadata.co.id. (2014). Ignasius jonan, tangandingin mereformasi PT KAI. diakses dari https://katadata.co.id/berita/2014/08/06/ignasius-jonan-tangan-dingin-mereformasi-pt-kai

kompas.com. (2012). Jonan mengubah Indonesia Lewat kerea api. diakses dari https://ekonomi.kompas.com/read/2012/08/31/15443791/Jonan.Mengubah.Indonesia.Lewat.Kereta.Api?page=all

Praditya, I. I. (2018). Penumpang kereta apresiasi kerja ignasius jonan saat di KAI. liputan6.com diakses dari https://www.liputan6.com/bisnis/read/3629640/penumpang-kereta-apresiasi-kerja-ignasius-jonan-saat-di-kai?utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.0&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Fbisnis%2Fread%2F3629640%2Fpenumpang-kereta-apresiasi-kerja-ignasius-jonan-saat-di-kai

Ramdani, A. R. (2018). Ini terobosan Muhammad nurul fadhilla saat urus KRL. BUMN Track. diakses dari https://bumntrack.com/berita/ini-terobosa-muhammad-nurul-fadhila-saat-urus-krl.

0 views

Copyright © 2017 ​IMConsulting

  • Google+ Social Icon
  • LinkedIn Social Icon
  • Facebook Social Icon
CONSULTING
TRAINING & PEOPLE DEVELOPMENT

IMConsulting - Ruko Paris Square B2/36, Jl Letnan Sutopo, BSD City, Kota Tangerang Selatan, Banten, Indonesia